Manual Format vs Style and Theme

Anda dapat dengan cepat dan mudah menerapkan atribut pemformatan karakter ke teks dalam dokumen. Membuat judul menjadi tebal dan kemudian 14poin, misalnya, mudah. Hal yang sama berlaku untuk pemformatan paragraf; setelah Anda mengklik dalam paragraf, Anda dapat mengubah penspasian baris menggunakan perintah Line Spacing pada tab Home.

Masalah dengan pendekatan pemformatan manual ini untuk mengubah cara teks dan paragraf terlihat adalah bahwa membangun tampilan yang konsisten di seluruh dokumen yang terdiri dari beberapa halaman dapat menjadi pekerjaan berat.

Jika Anda menginginkan tampilan dokumen yang seragam, mengambil keuntungan dari style dan theme masuk akal. Style dapat berupa kumpulan atribut pemformatan karakter dan paragraf yang disimpan dengan nama style. Anda dapat berulang kali menerapkan style ini ke teks dalam dokumen, sehingga memberikan pemformatan yang konsisten. Theme, di sisi lain, adalah seperangkat atribut pemformatan terintegrasi yang menyediakan pengaturan font, warna dan efek.

Dalam hal tampilan dokumen yang konsisten, style dan theme memberi Anda pendekatan yang lebih terkontrol daripada pemformatan manual. Mengambil keuntungan dari style dan theme masuk akal, terutama ketika Anda bekerja pada jenis dokumen khusus yang membutuhkan jumlah keseluruhan format yang lebih besar.

(Visited 62 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *