Gempa Landa Jepang Bagian Barat, Picu Peringatan Tsunami

0

Gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Jepang bagian barat pada Senin sore, memicu peringatan tsunami hingga ke Rusia bagian timur dan memicu peringatan bagi penduduk untuk mengungsi dari wilayah pesisir Jepang yang terkena dampak sesegera mungkin.

Gempa tersebut menyebabkan enam orang tewas di Ishikawa dan puluhan lainnya terluka di empat daerah lainnya, termasuk Toyama dan Niigata, menurut lembaga penyiaran publik Jepang NHK, mengutip rumah sakit dan otoritas setempat.

Gempa terjadi pada pukul 16.10 waktu setempat di kedalaman 10 km di Semenanjung Noto di Ishikawa, menurut United States Geological Survey (USGS).

Badan Meteorologi Jepang segera mengeluarkan peringatan tsunami di sepanjang wilayah pesisir Jepang bagian barat dan gelombang pertama dikabarkan menghantam pantai sekitar 10 menit kemudian.

Beberapa kabar pertama datang dari Kota Wajima di Ishikawa yang mengalami gelombang tsunami setinggi sekitar 1,2 m sekitar pukul 16.21, menurut NHK. Tidak ada kerusakan yang dikabarkan. “Tsunami warning” di sepanjang sebagian pantai barat Jepang kemudian dicabut.

Kementerian Pertahanan mengirimkan 1.000 personel militer untuk membantu upaya penyelamatan dan pemulihan, kata Menteri Pertahanan Minoru Kihara kepada wartawan Senin pagi.

Pejabat Kota Suzu di Ishikawa mengatakan bahwa bangunan-bangunan telah rusak dan ada kabar korban luka. Polisi di kota tersebut mengatakan beberapa orang terjebak di rumah yang rusak, menurut NHK.

Petugas rumah sakit di Suzu mengatakan mereka menerima orang-orang yang terluka, dan menambahkan bahwa beberapa dokter tidak dapat bekerja karena jalan rusak, NHK mengabarkan.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan “major tsunami warning” – yang pertama sejak gempa dahsyat tahun 2011 – di Noto namun kemudian menurunkan levelnya menjadi “tsunami warning”.

“Tsunami warning” kemudian dicabut karena ancaman gelombang tsunami telah berkurang, meskipun peringatan untuk gelombang setinggi 1 m terus berlanjut.

Berdasarkan sistem peringatan tsunami Jepang, gelombang yang diperkirakan setinggi kurang dari 1 m termasuk dalam “tsunami advisory”, sementara gelombang yang diperkirakan mencapai ketinggian 3 m termasuk “tsunami warning” dan gelombang yang diperkirakan memiliki tinggi lebih dari 5 m termasuk dalam “major tsunami warning”.

Seluruh Ruangan Bergetar

Rekaman dari NHK menunjukkan kamera bergetar hebat saat ombak menghantam garis pantai ketika gempa melanda Ishikawa.

Rumah-rumah juga bergetar akibat gempa, dengan gambar yang menunjukkan atap runtuh dan fondasi bergetar.

Seorang saksi mata mengabarkan melihat orang-orang panik ketika tanah mulai bergetar saat dia menunggu bus di Jepang bagian barat.

“Anda dapat melihat salju dari kabel listrik dan juga dari atap berjatuhan serta semua mobil bergetar. Jadi semua orang panik saat itu,” kata turis Taiwan Johnny Wu.

Sementara itu, Baldwin Chia, seorang turis berusia 38 tahun dari Shanghai yang sedang bersama sekelompok pemain snowboard ketika gempa terjadi, mengatakan: “Seluruh ruangan bergetar, TV bergetar. Saya harus menjaga barang jatuh dari meja. Saya merasa aman di kamar. Tapi segalanya bergetar.”

Beberapa layanan kereta Shinkansen Jepang dihentikan dan hampir 1.400 penumpang telantar di dalam kereta berkecepatan tinggi yang tidak bergerak selama lebih dari 11 jam, lapor NHK, mengutip Japan Railways West.

Video di media sosial menunjukkan dampak gempa, dengan lorong-lorong toko dipenuhi barang-barang. Sebuah video yang diambil dari dalam kereta menunjukkan rambu-rambu di peron bergetar hebat akibat getaran tersebut.

Lebih dari 32.500 rumah di Ishikawa tidak mendapat aliran listrik setelah gempa, menurut Hokuriku Electric Power Company.

Kansai Electric Power Company mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa tidak ada kelainan yang dikabarkan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.

Yoshimasa Hayashi, Kepala Sekretaris Kabinet, mengatakan konverter listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Shika di Ishikawa telah terkena dampaknya tetapi tidak ada akibat yang besar. Nuclear Regulation Authority Jepang mengabarkan tidak ada masalah yang ditemukan pada reaktor di pembangkit listrik tersebut, NHK mengabarkan.

Gempa dahsyat tersebut diikuti oleh serangkaian gempa susulan yang kuat, menurut USGS.

Gempa susulan berkekuatan 6,2 skala Richter di kedalaman 10 km terjadi pada pukul 16.18 sekitar 4 km barat daya Anamizu, menurut USGS.

Sekitar 58 km jauhnya, tercatat gempa berkekuatan 5,2 skala Richter dan gempa susulan berkekuatan 5,6 skala Richter lainnya dikabarkan terjadi lebih dekat dengan gempa awal, menurut USGS.

Seismolog USGS Jessica Turner di Golden, Colorado, mengatakan pada hari Senin bahwa ada 31 gempa susulan sejak gempa tersebut. “Biasanya dengan gempa sebesar ini, kita bisa mengalami gempa susulan selama beberapa hari hingga seminggu ke depan, tapi bisa berlangsung hingga beberapa bulan,” kata Turner.

Badan cuaca Jepang memperingatkan bahwa gempa susulan yang kuat dapat terus terjadi selama tiga hari hingga seminggu ke depan dan memperingatkan potensi runtuhnya bangunan dan tanah longsor.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pihak berwenang sedang berupaya menilai potensi kerusakan di daerah yang terkena dampak.

Gelombang Tsunami

Gelombang kurang dari 1 m dikabarkan terjadi di sejumlah wilayah lain di sepanjang pantai barat Jepang, termasuk gelombang berukuran 80 cm di Kota Toyama, gelombang berukuran 40 cm di Kashiwazaki dan Kanazawa serta gelombang berukuran 20 cm di Pulau Tobishima dan Sado.

Badang Meteorologi Korea Selatan mengatakan pihaknya sedang mengamati kemungkinan perubahan permukaan laut di wilayah pantai timur Gangneung, Yang Yang dan Goseong di Provinsi Gangwon dan Kota Pohang.

Ancaman tsunami juga dinyatakan di Kota Vladivostok dan Nakhodka di Rusia timur serta Pulau Sakhalin – karena wilayah tersebut menghadap pantai barat Jepang – media pemerintah Rusia TASS mengabarkan. Sejauh ini belum ada kabar evakuasi.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *