FBI: Waspada Zoom-Bombings di Aplikasi Rapat Online

FBI memperingatkan publik agar berhati-hati terhadap pembajak yang mencoba menyusup ke sesi video Zoom.

“FBI telah menerima beberapa laporan konferensi yang diganggu oleh gambar-gambar porno dan/atau kebencian dan bahasa yang mengancam.” menurut agensi dalam sebuah pemberitahuan pada hari Senin.

Pandemi virus corona telah membantu menjadikan layanan konferensi video salah satu aplikasi paling populer. Sayangnya, popularitas yang sama juga telah mengubah Zoom menjadi target untuk rasis dan orang iseng, yang bisa sangat bermasalah bagi yang bergantung pada layanan.

Dalam peringatan hari ini, kantor FBI di Boston menceritakan dua insiden pembajakan yang melibatkan sekolah-sekolah lokal yang menggunakan Zoom untuk melakukan kelas online. “Pada akhir bulan Maret 2020, sebuah sekolah menengah yang berbasis di Massachusetts melaporkan bahwa ketika seorang guru mengadakan kelas online menggunakan software telekonferensi Zoom, seorang individu yang tidak dikenal bergabung ke ruang kelas. Orang ini meneriakkan kata-kata kotor dan kemudian meneriakkan alamat rumah guru di tengah pelajaran,” kata FBI.

Dalam insiden kedua, pelakunya menyusup ke sesi Zoom untuk menampilkan tato swastika di tubuhnya. Pembajakan tersebut, yang juga dikenal dengan Zoom-Bombings, mulai muncul sebagai ancaman, tambah FBI.

Negara-negara lain juga mengalami upaya pembajakan. Awal bulan ini, sebuah sekolah di Oslo, Norwegia, dilaporkan harus menutup pelajaran video online setelah seorang pria telanjang menyusup ke sesi yang dihadiri oleh siswa berusia 9 tahun.

Upaya pembajakan dapat terjadi karena pengguna layanan konferensi video mengadakan pertemuan di saluran publik, yang kemudian dibagikan melalui internet dengan URL, menjadikannya dapat diakses oleh siapa saja. Dalam kasus lain, pembajak terkadang dapat menebak URL yang tepat atau ID rapat untuk sesi Zoom publik, memberinya akses ke feed.

Jadi agar tetap aman, FBI mendorong pengguna Zoom, khususnya di sekolah, untuk menjadikan sesi konferensi videonya pribadi. “Di Zoom, ada dua opsi untuk menjadikan rapat pribadi: memakai password rapat atau menggunakan fitur ruang tunggu dan mengontrol penerimaan tamu,” kata agensi. “Jangan membagikan tautan ke telekonferensi atau ruang kelas di pos media sosial yang tersedia untuk umum. Berikan tautan langsung ke orang tertentu.”

Dalam sebuah pernyataan, Zoom juga mengatakan: “Bagi yang menjadi host pertemuan kelompok publik yang besar, kami sangat menganjurkan host untuk meninjau pengaturannya dan mengkonfirmasi bahwa hanya host yang dapat share layarnya. Ini akan mencegah pembajak yang tidak diinginkan mengambil alih feed video utama pada sesi publik.”

“Untuk yang mengadakan rapat pribadi, perlindungan password aktif secara default dan kami menyarankan agar pengguna tetap menggunakan perlindungan tersebut untuk mencegah bergabungnya pengguna yang tidak diundang. Kami menganjurkan pengguna untuk melaporkan insiden apapun secara langsung ke https://support.zoom.us/hc/en-us/requests/new sehingga kami dapat mengambil tindakan yang sesuai,” tambah perusahaan.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *